Tanah Murah Strategis Indramayu

Tanah Murah Strategis Indramayu

ANJURAN DALAM ‘ARIYAH

Dalam surah Al-Maa’uun ayat ketujuh dicela orang yang enggan meminjamkan barang yang berguna. Allah Ta’ala berfirman, وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ “dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS. Al-Maa’uun: 7) Jika lihat dari terjemahan Al Qur’an, yamna’unal maa’uun diterjemahkan dengan orang yang enggan menolong dengan barang berguna. Namun memang, para ulama tafsir berbeda pendapat dalam mendefinisikan yamna’unal maa’uun. Sebagian berkata bahwa yamna’unal maa’uun bermakna orang yang […]

ANJURAN DALAM ‘ARIYAH Read More »

BARANG YANG DILARANG IHTIKAR DAN SANKSI PELAKU IHTIKAR

Yang tepat, objek ihtikar mutlak apapun jenis barangnya, bukan terbatas pada makanan pokok saja. Objek ihtikar mencakup bahan bakar, bahan makanan, bahan bangunan, dan mata uang negara tertentu. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Terkadang kenaikan harga barang disebabkan oleh tindakan penimbunan barang oleh para pedagang. Pada saat itu, pihak berwenang wajib mematok harga dan memaksa para penimbun menjual

BARANG YANG DILARANG IHTIKAR DAN SANKSI PELAKU IHTIKAR Read More »

SYARAT SAHNYA AKAD MUSLAM FIIH

Catatan tambahan:

SYARAT SAHNYA AKAD MUSLAM FIIH Read More »

AKAD SALAM DALAM TRANSAKSI JUAL BELI

Dalam Matan Taqrib disebutkan: أَحْكَامُ السَّلَمِ: وَيَصِحُّ السَّلَمُ حَالاًّ وَمُؤَجَّلاً فِيْمَا تَكَامَلَ فِيْهِ خَمْسَ شَرَائِطَ : أَنْ يَكُوْنَ مَضْبُوْطاً بِالصِّفَةِ وَأَنْ يَكُوْنَ جِنْساً لَمْ يَخْتَلِطْ بِهِ غَيْرُهُ وَلَمْ تَدْخُلْهُ النَّارُ لِإِحَالَتِهِ وَأَنْ لاَ يَكُوْنَ مُعَيَّنًا وَلاَ مِنْ مُعَيَّنٍثُمَّ لِصِحَّةِ السَّلَمِ فِيْهِ ثَمَانِيَةُ شَرَائِطَ وَهُوَ أَنْ يَصِفَهُ بَعْدَ ذِكْرِ جِنْسِهِ وَنَوْعِهِ بِالصِّفَاتِ الَّتِي يَخْتَلِفُ بهَا الثَّمَنُ

AKAD SALAM DALAM TRANSAKSI JUAL BELI Read More »

RUKUN AKAD RAHN (GADAI)

Adapun Rukun Gadai (Rahn) itu terdiri dari; Marhuun (yang digadaikan) Marhuun bihi (dayn, yaitu utang) Raahin (al-madiin, yang berutang, yang menyerahkan gadai) Murtahin (ad-daain, yang memberikan utang, penerima gadai) Shighah (ada ijab dan qabul) Yang boleh dijadikan marhuun (barang gadai) adalah segala sesuatu yang dibolehkan untuk diperjualbelikan sebagai jaminan dari penunaian utang. Khamar dan benda najis lainnya tidaklah sah dijadikan sebagai marhuun (barang

RUKUN AKAD RAHN (GADAI) Read More »

HUKUM GADAI DALAM ISLAM

Kali ini kita pelajari hukum gadai dalam Islam dari Matan Taqrib. Dalam Matan Taqrib disebutkan: أَحْكَامُ الرَّهْنِ: وَكُلُّ مَا جَازَ بَيْعُهُ جَازَ رَهْنُهُ فِي الدُّيُوْنِ إِذَا اسْتَقَرَّ ثُبُوْتُهَا فِي الذِّمَّةِ وَلِلرَّاهِنِ الرُّجُوْعُ فِيْهِ مَا لَمْ يُقْبِضْهُ وَلاَ يَضْمَنْهُ المُرْتَهِنُ إِلاَّ بِالتَّعَدِّي وَإِذَا قَبَضَ بَعْضَ الحَقِّ لَمْ يَخْرُجْ شَيْءٌ مِنَ الرَّهْنِ حَتَّى يَقْضِيَ جَمِيْعَهُ. Hukum Rahn

HUKUM GADAI DALAM ISLAM Read More »

MOTIVASI BERILMU DALAM BERINVESTASI

Ibnu Taimiyah dalam Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Munkar menukilkan perkataan Ibnu Mas’ud di mana beliau berkata, العِلْمُ إِمَامُ العَمَلِ وَالعَمَلُ تَابِعُهُ “Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang setelah adanya ilmu.” Imam Bukhari, di awal-awal kitab shahihnya, beliau membawakan bab, “Al ‘ilmu qoblal qouli wal ‘amali (ilmu sebelum berkata dan berbuat).” Setelah

MOTIVASI BERILMU DALAM BERINVESTASI Read More »

TIDAK BOLEH MENJUAL BUAH SAMPAI TAMPAK MATANG

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلاَحُهَا نَهَى البَائِعَ والمشْتَرِي “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari jual beli buah-buah sampai tampak matangnya. Hal ini dilarang bagi penjual dan pembeli.” (HR. Bukhari, no. 1486 dan Abu Daud, no. 3367. Lafaznya adalah

TIDAK BOLEH MENJUAL BUAH SAMPAI TAMPAK MATANG Read More »

JUAL BELI TERPAKSA YANG MASIH BOLEH DAN YANG HARAM (2)

Ketiga: Jual beli barang karena penjual dalam keadaan terdesak butuh uang sehingga ia menjual dengan harga murah. Seperti ini masih dibolehkan menurut jumhur ulama. Alasannya, pembeli sebenarnya turut meringankan beban penjual. Ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengusir Yahudi Bani Nadhir dari Madinah, beliau menganjurkan untuk mereka agar menjual barang-barang, agar tidak merepotkan dalam perjalanan. Mereka akhirnya

JUAL BELI TERPAKSA YANG MASIH BOLEH DAN YANG HARAM (2) Read More »

JUAL BELI TERPAKSA YANG MASIH BOLEH DAN YANG HARAM (1)

Ingat, salah satu prinsip jual beli dalam Islam adalah harus saling ridho, bukan karena terpaksa. Pertama: Jual beli barang karena terpaksa, padahal jual beli harus karena saling rida. Allah Ta’ala berfirman, يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا “Hai orang-orang yang

JUAL BELI TERPAKSA YANG MASIH BOLEH DAN YANG HARAM (1) Read More »

Compare